Rabu, 21 Desember 2011

Baruklinting, Cryptoid dari Jawa Tengah

Hai The Knoleadersku yang Tersayang, kali ini kita akan membahsa tentang cryptoid ASLI dua kelinciindonesia, tapi aku mau kasih saran nih..., aku tuh kan takut sama kecoak, jadi aku mau ksih saran buat yg kmar mandinya di penuhi kecoa, emang ada Alat Pembasmi kecoa..., tpi jika kecoa itu ngeselin siram dia pake Lifebouy, ituloh sabun mandi..., ya udh kita langsung aja ke Topics of Farhan...


Baruklinting termasuk dalam kelompok sea serpent. Ini dia gambarnya..


"kira-kira gini deh.."
Ilustrasi di atas sebenarnya bukan gambar asli baruklinting,tapi yang bisa aku temuin di net cuma itu. Ini yang asli..

Ciri-ciri:
  1. Panjang mencapai 40 meter
  2. Pakai mahkota susun 3
  3. Memakai gantungan lonceng di lehernya
Cuma liat ciri-cirinya kita tau kalo dia bener-bener bukan sodaranya nessie, sekali lagi..dia itu ular naga Readers, kalo mau bandingin ma plesiosaurus ya silakan..

"dia bukan sodara saya.."

Baruklinting cukup terkenal di jawa tengah, Konon ia berdiam di danau rawa pening yang terletak di kota salatiga. Danau rawa pening itu cukup dalam dan penuh dengan ikan, selain itu permukaannya ditumbuhi tanaman enceng gondok benar-benar cocok sebagai habitat seekor ular naga. Mau liat danaunya?ini dia pic-nya..

"deep in the bottom of the lake Baruklinting lurking.."
Cerita tentang Baruklinting diwariskan secara turun-temurun di jawa tengah, berikut legendanya..
Alkisah, hiduplah seorang bocah yang karena kesaktiannya di kutuk seorang penyihir jahat. Akibatnya, bocah itu memiliki luka di sekujur tubuh dengan bau yang sangat tajam. Luka itu tak pernah mau kering. Jika mulai kering, selalu saja muncul luka-luka baru, disebabkan memar.
Akhirnya, tak ada seorang pun yang mau bersahabat dengannya. Jangankan berdekatan, bertegur sapa pun mereka enggan. Setiap berpapasan mereka pasti melengos. Tak ingin bersinggungan, karena takut tertular.
Bocah ini pun mulai berkelana dari satu tempat ke tempat lain untuk menemukan seseorang yang mampu menyembuhkan penyakitnya. Hingga kemudian dalam mimpinya, ia bertemu seorang wanita tua yang baik hati. Kelak dialah yang sanggup melepaskan mantera jahat tersebut sehingga ia bisa pulih seperti semula.
Akhirnya, tak dinyana tak di duga, dia pun tiba di sebuah kampung yang kebanyakan orang-orangnya sangat sombong. Tak banyak orang miskin di tempat itu. Kalaupun ada, pasti akan di usir atau dibuat tidak nyaman dengan berbagai cara.
Kemunafikan orang-orang kampung ini mengusik nurani bocah kecil tadi, yang belakangan diketahui bernama Baru Klinting. Dalam sebuah pesta yang meriah, bocah tersebut berhasil menyellinap masuk. Namun apa ayal, ia pun harus rela di usir paksa karena ketahuan.
Saat tengah di seret, ia berpesan agar sudi kiranya mereka memperhatikan orang-orang tak mampu, karena mereka juga manusia. Sama seperti mereka. Di perlakukan begitu ia tak begitu ambil pusing. Namun amarah mulai memuncak, saat puluhan orang mulai mencibir sembari meludahi dirinya. “dasar anak setan, anak buruk rupa”, begitu maki mereka.
Tak terima dengan perlakuan itu, ia pun langsung menancapkan sebatang lidi yang kebetulan ada di sana. Lalu dengan wajah berang ia pun bersumpah, bahwa tak ada seorang pun yang sanggup mengangkat lidi ini, kecuali dirinya.
Tak percaya dengan omongan sang bocah, masing-masing orang mulai mencoba mencabut lidi tersebut. Namun, lagi-lagi, lidi itu tak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya orang-orang mulai takut dengan omongan si bocah. “Jangan-jangan akan ada apa-apa?” pikir mereka.
Benar saja, dalam beberapa hari, tak ada seorang pun yang sanggup melepas lidi tersebut. Hingga akhirnya, secara diam-diam ia kembali lagi ke tempat itu dan mencabutnya. Seorang warga yang kebetuan lewat melihat aksinya, langsung terperangah. Ia pun menceritakan kisah itu kepada orang-orang yang lain. Tak lama kemudian, tetesan air pun keluar dari lubang tadi. Makin lama makin banyak, hingga akhirnya menenggelamkan kampung tersebut dan membuatnya menjadi telaga.
Konon tak banyak orang yang selamat, selain warga yang melihat kejadian dan seorang janda tua yang berbaik hati memberinya tumpangan. Janda ini pula yang merawatnya, hingga secara ajaib, penyakit tersebut berangsur-angsur hilang.
Namun penyihir jahat, tetap tak terima, hingga di suatu ketika, Baru Klinting kembali di kutuk. Namun aneh, kali ini kutukan bukan berupa penyakit, tapi malah merubah tubuhnya menjadi ular yang sangat besar dengan kalung yang berdentang pada lehernya.
Versi lain menyebutkan, ular ini sering keluar dari sarangnya tepat pukul 00.00 WIB. Setiap ia bergerak, dentingan kalung di lehernya selalu berbunyi; klentang klenting. Akhirnya, bunyi ini pula yang membuatnya di kenal sebagai Baru Klinting.
Konon, nelayan yang sedang kesusahan karena tidak mendapat ikan, pasti akan beruntung jika Baru Klinting lewat tak jauh dari tempatnya. Itu yang membuat legenda kehadirannya telah menjadi semacam berkat yang paling di tunggu-tunggu.

Tidak seperti Cryptoid lain yang jarang dikabarkan menyerang manusia Baruklinting kerap meminta tumbal,konon 1 tahun sekali Baruklinting akan meminta tumbal,pada akhir 2009 perahu tenggelam karena disenggol Baruklinting.

Meskipun bukti-bukti tentang Baruklinting belum pernah ada belum berarti dia tidak ada loh Readers.

kalo kata Knowleaders apa?, Fiktif?, naga?, apa Farhan?

Ayo dukung cryptoid asli Indonesia!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar