Minggu, 11 Desember 2011

10 Negara Paling Berbahaya Di Dunia


Kepenatan dalam menjalani setiap rutinitas yang kita lakukan setiap hari membuat kita kadang berfikir untuk melepaskan semua beban dalam bentuk mengunjungi tempat – tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya. Berharap ide segar dan fikiran yang jernih akan didapat sehingga bersiap untuk menghadapi rutinitas yang telah menunggu untuk dijalani kembali. Namun apa yang akan kita lakukan jika kita berlibur di tempat yang sebenarnya tidak aman untuk dikunjungi? Bukannya segar, fikiran kita akan menjadi semakin terganggu karena kita digaluti rasa takut dan tercekam. Berikut 10 tempat yang paling berbahaya yang dikumpulkan oleh Sidomi.com. Perlu digaris bawahi, di sini bukan berisi larangan untuk mengunjungi tempat – tempat yang termasuk dalam list, namun memberikan kita pilihan untuk mempertimbangkan kembali. Mari kita simak apa saja yang termasuk dalam 10 tempat berbahaya tersebut.
1. Irak
Iraq
Cadangan minyak yang berlimpah bukan lagi menjanjikan kehidupan masyarakat dalam negara akan tentram dan damai. Begitulah yang terjadi di Irak. Invansi militer Amerika Serikat, dengan dalih Irak menyimpan nuklir, sejak 2003 sedianya telah memakan korban jiwa dari penduduk sipil kurang lebih 650.000 jiwa. Al-Qaeda, pemberontak Sunni, pasukan keamanan Syiah, pemberontak Kurdi, tentara Amerika, tentara Turki dan penjahat yang terlibat dalam siklus kekerasan sepertinya tidak akan menghentikan aksinya dalam waktu dekat. Improvised Explosive Devices (IED),  Explosively Formed Penetrators (EFPs) dan ranjau adalah bentuk – bentuk teror yang disuguhkan di negara ini selain penculikan dan pembunuhan. Kematian ratusan warga tidak berdosa dan kepergian lebih dari 2 juta penduduk Irak ke negara tetangga adalah bayaran mahal untuk kondisi ini. Mengerikan…
2. Kolombia
Kolombia
Bukanlagi pantai yang indah. Bukanlagi pegunungan yang sejuk yang diidamkan. Yang ada di negara ini adalah siaga. Siaga akan penculikan yang marak dilakukan. Ada 2338 penculikan di Kolombia pada tahun 1998. Dari para korban, 138 dibunuh oleh penculik mereka. Hal ini yang mengantar negara ini menduduki peringkat 4 dunia atas banyaknya kasus pembunuhan di tahun 2006. Target penculikan dan pembunuhan beragam, dan yang paling populer adalah walikota dan juga pemuka agama. Belum lagi predikat sebagai surganya pecandu narkoba. Karena Kolombia adalah negara pemasok 75% kokain di dunia. Hmm…masih adakah tawaran keamanan di sana?
3. Sudan
Sudan
Berbagai bentuk kekerasan terhadap umat manusia terjadi di sini. Perang saudara yang terjadi, antara pemerintah dengan pemberontak lokal, menjadi menu sehari – hari. Masyarakat yang tidak tahu apa – apa yang lagi – lagi harus menjadi korban. Para petinggi teroris malah menjadikan negara ini menjadirumah yang mereka anggap layak dan nyaman untuk pengembangan jaringan. Lebih dari 230.000 penduduk mengungsi ke Chad Timur dan lebih dari 2 juta jiwa melayang sia – sia. Sebenarnya gurun yang ada di Sudah juga telah mengguruni hati setiap orang di sana. Mereka sudah putus asa…
4. Somalia
Somalia
Korupsi yang merajalela, kelaparan yang sudah biasa menjadi jawaban atas pemerintahan yang bobrok di Somalia. Jangankan untuk memasuki negara ini,  berlayar di dekat Horn Of Africa pun sangat tidak disarankan jika Anda tidak ingin barang – barang Anda menjadi santapan bajak laut dan Anda menjadi tawanan mereka untuk dimintai tebusan kepada keluarga dan negara tempat asal. Bajak laut di sana sudah mempersenjatai mereka dengan senpi (senjata api) tipe AK-47. Peperangan dengan Ethiopia turut memperparah riwayat negara ini. Ratusan korban berjatuhan untuk itu. Sudah siapkah Anda memasuki kawasan ini? Pastikan Anda sudah mengasuransikan diri Anda.
5. Afganistan
Afganistan
Negara ini adalah negara yang seharusnya bisa menjadi negara paling berkembang bahkan maju. Tetapi pada kenyataannya, negara ini tetap saja menjadi negara yang miskin dengan tingkat keamanan yang berubah – ubah. Pada zaman invasi Soviet di Afganistan, pasukan militernya menanam lebih dari ranjau darat. Akibatnya, banyak penduduk yang menjadi korban karena perangkat berbahaya ini. Setelah Soviet, rezim Taliban yang mengambil alih kekuasaan. Rezim ini melarang wanita untuk bekerja dan menimba ilmu di universitas. Amerika Serikat kemudian menggulingkan rezim ini di tahun 2001. Tapi bukan berarti keadaan bisa stabil, karena ancaman pembunuhan dengan cara bunuh diri masih ada. Serangan bunuh diri paling mematikan terjadi di Provinsi Baghlan pada November 2007, menewaskan lebih dari 70 orang. Mengenaskan…
6. Antartika
Antartika
Kali ini bukan pembunuhan, kelaparan atau penculikan oleh manusia, namun pembunuhan secara tidak langsung oleh alam. Antartika menyuguhkan cuaca yang ekstrim, dengan air raksa yang jatuh secara teratur di bawah -60 derajat Celsius (-100F) dan angin kencang yang berlari lebih dari 100km/jam. Jangan sampai melebihi satu jam jika Anda mengalaminya, karena lebih dari itu, mungkin Anda sudah tidak akan melihat mentari esok hari. Tidak ada rumah sakit atau pun makanan di sana. Jadi, masihkah berfikir Antartika adalah tempat yang menyenangkan?
7. Burundi
Burundi
Kecil, namun padat. Begitulah gambaran dari negara tanpa laut di daerah Danau Besar di tengah benua Afrika ini. Permasalahan dasar pada negara ini adalah perang saudara antara suku Hutu dan Tutsi antara tahun 1993 dan 2006. Genjatan senjata sebenarnya telah disepakati, namun masih saja yang tidak patuh akan keputusan tersebut. Pembunuhan, penculikan, perampokan, pembajakan menjadi menu sehari – hari. Karenanya, tidak disarankan untuk menghentikan mobil di jalanan dengan alasan membeli kenang – kenangan atau apalah, karena sekali Anda melakukannya, maka keselamatan dan mobil Anda terancam.
8. Afrika Selatan
Afrika Selatan
Pemerkosaan adalah masalah utama negara ini. Meskipun pada tahun – tahun terakhir trennya menurun, namun tetap saja tergolong tinggi. Pembunuhanpun menempatkan negara ini menjadi The Top Five se-dunia, mengagumkan bukan? Kejahatan yang merajalela semakin tidak terkendali. Penduduk ada beberapa yang menjadi bodyguard turis – turis kaya yang berkunjung ke sana. Tuan rumah Piala Dunia 2010 ini juga bukan tempat yang aman bagi Anda yang ingin menekuni profesi sebagai petani karena tingkat pembunuhan bagi petani adalah 313 per 100.000. Wow…benar – benar angka yang fantastis. Anda juga perlu waspada pada bahaya HIV Aids jika berada di Afrika Selatan di mana lebih dari 10 juta orang terinfeksi HIV.
9. Brazil
Brazil
Menjadi negara yang berkembang pesat juga tidak lepas dari kejahatan yang semakin pesat pula pertumbuhannya. Kota – kota di Brazil seperti Rio de Janeiro dan Sao Paolo sedang mengalaminya sekarang. Kejahatan berupa perampokan yang berujung pada pembunuhan atau penyiksaan pada korban sudah tidak asing lagi di sini. Jika Anda diculik di sana, Anda akan digiring ke atm dan penculik Anda akan menginstruksikan Anda menguras habis tabungan Anda. Tak jarang dari mereka yang sadis terhadap korban jika tidak segera dipenuhi permintaannya. Narkotika dan terorisme juga bumbu perusak yang ditemui di sini.
10. Rusia
Rusia
Mantan Uni Soviet ini bukanlah negara yang bisa dikatakan aman. Rata-rata 84 pembunuhan per hari dalam sebuah negara dari 143 juta jiwa. Sungguh angka yang tidak sedikit bukan?  Inti kejahatan Rusia ada di Republik Chechnya, daerah dalam Rusia sebelah utara Georgia. Pelacuran, perdagangan narkoba dikendalikan oleh orang-orang Chechen. Orang asing menjadi sasaran yang empuk untuk diculik karena tebusan yang lebih tinggi. Kejahatan – kejahatan kecil juga turut andil dalam mengisi total kejahatan di negara ini. Dompet, ponsel, kamera menjadi barang yang tidak boleh sembarangan ditaruh, karena bisa saja semenit kemudian barang tersebut raib tanpa diketahui siapa yang membawanya. Tragis…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar