Minggu, 11 Desember 2011

10 Fenomena Cuaca Yang Mencengangkan


Di dunia ini terbagi menjadi bermacam – macam musim, tergantung dari daerah itu sendiri. Indonesia sebagai daerah beriklim tropis, mempunya 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Saat musim – musim itu silih berganti, siapa sangka banyak kejadian – kejadian mengenai cuaca yang menjadi sebuah fenomena. Sidomi.com telah merangkumnya untuk Anda.
1. Awan Gulung
Awan roll atau awan gulung ini panjangnya dapat mencapai ratusan kilometer dan seperti namanya, mereka berbentuk roll atau menggulung. Ini terjadi karena udara dingin bergerak keluar dari downdraft depan badai, mengangkat udara hangat. Fenomena ini terlihat ketika akan terjadi badai atau angin topan.
2. Formasi Awan Kelvin Helmholtz
awan kelvin
Formasi awan ini sangat luar biasa dan sedikit surealis. Fenomena yang sangat jarang terlihat karena awan ini tidak mempertahankan bentuknya dalam waktu yang lama. Formasi awan ini terjadi karena geseran angin pada tingkat awan. Sekilas seperti awan sedang berbaris dan bergoyang bersama, bukan?
3. Multiple Fogbows
multiple fogbows
Wow..sebuah trowongan menuju dunia lain telah terbuka. Eits..tapi ini bukanlah trowongan asli. Ini adalah “Pelangi Putih” yang terbentuk oleh hamburan balik sinar matahari dari awan yang lewat di bawah puncak gunung. Seperti benar – benar nyata, tetapi tidak jika Anda mendekatinya. Fenomena ini akan hilang, maka nikmatilah ia dari jauh.
4. Gelombang Gravitasi
Awan ini disebut sebagai gelombang adalah karena mereka terlihat seperti gelombang pada umumnya, tetapi mereka terlihat seperti gelombang terutama saat mereka bergerak. Cara awan ini terbentuk adalah dipicu oleh badai, drafitasi bumi, medan magnet bumi, dan setelah udara naik ke udara stabil, awan itu tenggelam lagi (sehingga naik dan turunnya menyerupai gelombang), yang menciptakan momentum ini di awan.
5. Awan Lenticular
lenticular
Wah…awan berbentuk menyerupai UFO ini bukanlah pesawat yang ditunggangi para alien. Awan ini terbentuk elalui kelembaban udara yang mengembun dari updraft yang telah terganggu oleh pegunungan atau formasi besar lainnya. Tidak selalu berbentuk seperti gambar di atas, awan lenticular juga berbentuk lensa tunggal yang besar, atau bahkan hanya awan sangat panjang.
6. Awan Pagi yang Mulia
awan yang mulia
Bentuk awan yang seperti ini sangat jarang ditemui (memiliki tinggi sekitar 100-200 meter) dan hanya dapat diprediksi dalam satu tempat tertentu di bumi, tetapi dapat terjadi di berbagai tempat di seluruh dunia. Awan ini diklasifikasikan sebagai jenis awan roll. Beberapa orang mengatakan bahwa mereka terbentuk di daerah dengan kelembaban yang tinggi tetapi tidak diketahui dengan pasti apa yang membentuk awan ini. Bentuknya tampak seperti sedang balap lari, yaa…
7. Sinar Anticrepuscular
anticrepuscular
Sekilas kita akan menyebutnya sinar ini berasal dari dalam bumi, padahal sebenarnya ini adalah ilusi yang tercipta seolah – olah sinar tersebut dari bumi. Padahal ini terbentuk ketika matahari terbit atau terbenam dan efek cahaya terbentuk dari cahaya matahari yang terbias oleh awan.
8. Ilusi Tiga Matahari Terbit
3 matahari terbit
Fenomena yang satu ini masih menjadi teka teki besar yang belum terpecahkan. Tetapi banyak yang meyakini bahwa mungkin fenomena ini terjadi seperti refleksi standar, lensing atmosfer atau sesuatu yang benar – benar lain. Belum ada yang berhasil mengungkapkannya. Yang jelas banyak yang sepakat ini adalah fatamorgana. Fenomena ini terjadi di Cina. Meskipun mereka yang melihat juga berdepat tentang banyaknya matahari terbit yang terlihat.
9. Fogbows
fogbow
Sekilas bentuknya menyerupai pelangi. Namun berbeda dengan pelangi yang kaya akan warna, fogbows mempunyai sedikit warna dan banyak ke putih. Proses terbentuknya sama dengan pelangi, yaitu karena difraksi cahaya melalui tetesan air, tetapi dalam kasus fogbows tetesan air-nya sangat kecil sehingga yang tercipta seperti gambar di atas. Banyak yang menyebut fogbows sebagai ‘cloudbows ada juga yang menyebutnya pelangi putih.
10. Formasi Lunar Corona
lunar-corona
Lunar Corona dibentuk melalui gabungan awan tipis dan tetesan kecil di udara. Tetesan kecil awan ini menyebarkan cahaya dari sinar bulan dan menciptakan semacam ‘halo’ bulan yang berwarna-warni. Menariknya, ukuran tetesan kecil ini menentukan ukuran korona yang terbentuk, dengan tetesan yang lebih kecil akan membentuk jari-jari yang lebih besar. Indahnya seperti bulan sedang dikelilingi pelangi ukuran penuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar