Sabtu, 20 Agustus 2011

7 Keajaiban Dunia : Sungai Amazon


Hutan Amazon (Bahasa Portugis Brasil: Floresta Amazônica atau Amazônia; Bahasa Spanyol: Selva Amazónica atau Amazonía) adalah hutan hujan di Amazon, Amerika Selatan. Wilayah ini, yang juga disebut Amazonia atau Amazon Basin, meliputi wilayah seluas tujuh juta kilometer persegi, walaupun hutannya sendiri seluas 5.5 juta kilometer persegi, terletak di sembilan negara: Brasil (dengan 60 persen hutan), Kolombia, Peru, Venezuela, Ekuador, Bolivia, Guyana, Suriname, dan Guyana Perancis. Ini adalah rumah masyarakat adat, termasuk Urarina di Peru 
Sungai Amazon yang terkenal dengan kehidupan alamnya, mempunyai beberapa anak sungai dari beberapa negara, salah satunya adalah Sungai (Rio) Tambopata, yang hulunya di Peru dan Bolivia.
Kehidupan alam dan hutan di hulu Amazon, sebenarnya tak jauh beda dengan hutan dataran rendah yang ada di Sumatera dan Kalimantan. Lembab, becek, berawa atau terdapat beberapa danau-danau kecil yang kaya akan kehidupan khas lahan basah. Namun karena pengemasan wisata alam ini cukup profesional, tak heran jika banyak wisatawan yang datang untuk menikmati kehidupan alam. 
Perjalanan yang unik
Tiba di Lima, ibu kota Peru dan menginap semalam, maka perjalanan menuju pedalaman pun dimulai. Dari Bandara International Lima, naik pesawat menuju Puerto Maldonado. Di atas negeri Peru ini terhampar pemandangan yang menakjubkan. Pegunungan yang menjulang tinggi, dan ada beberapa puncak bukit yang bersalju, satu sama lain bersambung. Celah-celah bukit yang terjal sesekali terlihat perkampungan di antara lembah yang terjal. Sejam kemudian  mendarat di sebuah kota kecil Cuzso. Kota ini kaya akan peninggalan kebudayaan Indian kuno, dan terkenal di daerah Manchu Pichu.
Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Puerto Maldonado, lebih kurang terbang 30 menit dan mendarat di sebuah bandara kecil di tengah ladang dan hutan. Wisatawan domestik yang bukan penduduk Puerto Maldonado dan Wisatawan asing biasanya sudah diberi tahu untuk disuntik imuninasi sebelum datang ke daerah ini.
Beberapa truk yang dimodifikasi menjadi kendaraan angkut wisatawan, seperi diberi gambar kehidupan hutan, atau atap mobil tersebut dihias dengan atap rumbia, biasanya dibuat dari daun palem, yang cukup menarik. Pemandu memperkenalkan diri dan menjelaskan perjalanan menuju hutan dengan menggunakan dua bahasa Spanyol dan Inggris. Sungguh mengesankan penanganan wisatwan ini.
Lebih kurang 45 menit perjalanan menuju pelabuhan. Jalan berdebu yang belum diaspal dan hanya dengan pengerasan pasir dan batu , berkelok-kelok, naik dan turun dengan jembatan sederhana. Yang melewati jalan ini tak hanya truk wisata, tetapi juga taksi-taksi carteran bagi wisatawan. Mulailah perjalanan dengan perahu panjang di Rio (Sungai) Tambopata. Sungai ini airnya keruh, di kanan kiri terlihat tanah-tanah yang longsor atau terkikis oleh banjir. Burung berterbangan, terutama sejenis betet atau macaw dan parkit. Kura-kura yang berjemur di batang yang mati beberapa kali tampak di pinggir sungai.
Penginapan, Satu jam kemudian sampailah di penginapan yang didesain sederhana, namun menarik. Rumah besar tanpa sekat dari belahan bambu. Setiap kamar tanpa pintu hanya penutup kain tebal (gorden), dan uniknya lagi setiap kamar tanpa penyekat dinding dan terbuka, hanya kamar mandi yang tertutup. Penerangan dengan menggunakan lampu minyak dan lilin, itu pun terbatas sampai jam sembilan malam, kemudian petugas keliling mematikannya. Hanya ada generator kecil untuk beberapa komputer dan bagi pengunjung yang ingin mengisi baterai.
Keindahan Hutan Amazon
Pohon Kapuk, Pohon Kapuk (Ceiba petandra) bagi orang Indonesia mungkin tak begitu aneh. Namun lain bagi orang dari belahan bumi yang tidak memiliki tumbuhan ini, misalnya orang-orang Eropa atau Amerika bagian utara.
Palam berjalan (Walking-palm). Tumbuhan satu ini until, memiliki akar tinggi-tinggi, semakin tinggi semakin banyak akar napas (seperti kaki) karena hidup pada tanah yang berair atau kurang nitrogen. sudah 200 – 300 tahun umurnya. Mungkin saja, karena akar banernya pun sudah sedemikian besar dan tinggi, dan konon kapuk-kapuk yang ada di Indonesia, nenek moyangnya dari pohon kapuk liar yang ada di hutan-hutan Amerika Latin ini.
Menerawang hutan melalui Menara ,dari bawah ke atas sama, lebar sekitar 2 meter dan panjang 2,5 meter menjulang ke atas setinggi 37 meter, dan diperkuat dengan ikatan tali baja sebanyak 16, persis seperti menara pemancar radio.pemandangan alam lepas terlihat.
Diatas Danau dengan perahu
Angin pagi yang sejuk bertiup, terasa dingin. Suara serangga dan burung-burung mulai terdengar dan sedikit demi sedikit di ufuk timur mulai terang. Pukul 06.00 pagi matahari terbit dan pemandangan di atas hutan mulai tampak jelas. Burung Macaw khas hutan di Amerika Latin ini mulai beterbangan, parkit dan beberapa jenis monyet mulai melakukan aktivitas dengan menyuarakan suara yang gaduh, menambah suasana hutan terasa indah dan damai.
Surga penggemar burung, Diatas Danau ,dengan Perahu yang dapat memuat antara 10-15 orang ,didesain sedemikian apik. Dua perahu digandeng dan diberi dak yang luas, sehingga wisatawan dapat leluasa berdiri untuk mengamati burung.
Suasana pagi yang tenang, sesekali suara burung mulai terdengar dan yang membuat berisik hutan di hulu Amazon ini adalah suara monyet hitam atau lebih dikenal dengan ”Howler Monkeys”. Suaranya gaduh seperti suara pesawat jet yang sahut-menyahut. Apalagi dalam hutan menggema menambah suasa hutan semakin seram. Kabut di sungai masih menyelimuti, udara dingin menyengat.
Burung primitif yang masih hidup. Macaw, elang, berbagai burung air, burung colibri yang mungil, raja udang, dan masih banyak lagi.
Mata hari mulai naik, danau mulai terang dan pemandangan semakin menawan. Tiba-tiba ada sekelompok otter, sejenis berang-berang raksasa sedang berenang dan menangkap ikan.
Mengintip satwa ditempat khusus
Jalan malam dan mengintip satwa. Berjalan di malam hari pada hutan tropik sangat engasyikkan dan mempunyai pengalaman tersendiri.
Malam gelap gulita, akan bertemu berbagai satwa, mulai dari kodok,serangga, ular, mamalia lain, dan yang menakutkan dan kalau beruntung berjumpa dengan macan tutulnya Amerika Latin.
sesekali menyenter primata malam, serangga yang bercahaya, atau jamur yang menyala di malam hari karena proses pembusukan dengan proses bioluminisensi, yang menyala berwarna hijau seperti cahaya kunang-kunang.
Malam yang gelap, lembab dan sesekali tampak beberapa serangga malam dan primata (monyet) yang hidupnya malam hari.
Menjelang pagi, di seberang sana terdapat tebing dengan tanah atau lempung berwarna putih kemerahan. Satwa yang datang bukan untuk minum, tetapi memakan tanah yang mengandung mineral. Berbagai jenis burung, mamalia seperti babi, rusa, monyet.
Sebuah suku pedalaman hutan amazon (amerika selatan) tertangkap oleh kamera helikopter saat pesawat itu melintas di atas pemukiman suku tersebut. Orang-orang dari suku amazon ini hampir tidak pernah berinteraksi dengan dunia luar. Mereka menetap di pedalaman hutan amazon antara perbatasan Brazil dan Peru.
Hutan AMAZON Yang Mengerikan











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar