Sabtu, 10 September 2011

Beberapa Ramalan Dunia

Ramalan Nostradamus
Michel de Notredame atau Nostradamus lahir pada tanggal 14 Desember 1503 di sebuah kota kecil bernama St.Remy di Perancis. Ia meninggal pada tahun 1566.. tepat seperti yang telah ia ramalkan sendiri..Di masa hidupnya, Nostradamus merupakan seseorang yang memiliki kemampuan Clairvoyance, yakni kemampuan untuk "melihat" masa depan. Kedua kakeknya juga merupakan clairvoyant. Seumur hidupnya, ia meninggalkan banyak sekali ramalan, yang ia tulis dalam bentuk Quatrain (Sajak empat baris). kurang lebih 1000 quatrain yang telah ia tulis dibagi menjadi 10 bagian yang dinamakan The Centuries. Di dalam setiap quatrainnya Nostradamus juga banyak membuat permainan acak kata yang membingungkan, sandi-sandi angka, dan anagram yang misterius. Kemudian, yang lebih membingungkan lagi, Nostradamus mengacak urutan quatrain2nya sehingga mengacaukan kronologisnya.
Beberapa ramalanya antara lain:
*The lost thing is discovered, hidden for many centuries.
Pasteur will be celebrated almost as a God-like figure.
This is when the moon completes her great cycle,
But by other rumors he shall be dishonored."


Louis Pasteur (1822 - 1895) merupakan seorang ilmuwan kelahiran Prancis. Beliau dikenal sebagai salah satu ilmuwan mikrobiologi terbesar sepanjang masa. Penemuan-penemuannya yang tak ternilai bagi dunia diantaranya adalah proses pasteurisasi, yaitu mematikan bakteri yang ada di susu dengan pemanasan, dan vaksin antraks dan rabies ("the lost thing is discovered, hidden for many centuries").
Pasteur, dalam bahasa Prancis dapat juga berarti "pastor" atau pendeta. Oleh karena itu, beberapa orang mengatakan ramalan ini hanya sekedar prosa dari Nostradamus tentang pendeta tua atau apapun itu. Yang lain mengatakan ini adalah ramalan langsung tentang orang yang mempelajari mikrobiologi dan menemukan susu tahan bakteri dan vaksinasi antraks serta rabies.
*Near the gates and within two cities
There will be scourges the like of which was never seen,
Famine within plague, people put out by steel,
Crying to the great immortal God for relief."


Hiroshima dan Nagasaki dibom atom pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945.

*"Scourges the like of which was never seen" dan "Crying to the great immortal God for relief" merupakan deskripsi akurat tentang apa yang terjadi tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Namun beberapa kritik menyangkalnya dengan mengatakan ramalan tersebut masih samar, artinya dapat berlaku terhadap semua perang yang terjadi diantara abad Notradamus hingga sekarang - atau di masa depan.
 *Dan yang terkenal adalah sebuah ramalan tentang kiamat yang di prediksi akan terjadi pada tahun 1994, tetapi prediksi itu meleset.

Ramalan Jayabaya
Ramalan Jayabaya atau sering disebut Jangka Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang salah satunya dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kadiri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa yg dilestarikan secara turun temurun oleh para pujangga .Asal Usul utama serat jangka Jayabaya dapat dilihat pada kitab Musasar yg digubah oleh Sunan Giri Prapen. Sekalipun banyak keraguan keaslianya tapi sangat jelas bunyi bait pertama kitab Musasar yg menuliskan bahwasanya Jayabayalah yg membuat ramalan-ramalan tersebut.
"Kitab Musarar dibuat tatkala Prabu Jayabaya di Kediri yang gagah perkasa, Musuh takut dan takluk, tak ada yang berani."
Meskipun demikian, kenyataannya dua pujangga yang hidup sezaman dengan Prabu Jayabaya, yakni Mpu Sedah dan Mpu Panuluh, sama sekali tidak menyebut dalam kitab-kitab mereka: Kakawin Bharatayuddha, Kakawin Hariwangsa dan Kakawin Gatotkacasraya, bahwa Prabu Jayabaya memiliki karya tulis. Kakawin Bharatayuddha hanya menceritakan peperangan antara kaum Korawa dan Pandawa yang disebut peperangan Bharatayuddha. Sedangkan Kakawin Hariwangsa dan Kakawin Gatotkacasraya berisi tentang cerita ketika sang prabu Kresna, titisan batara Wisnu ingin menikah dengan Dewi Rukmini, dari negeri Kundina, putri prabu Bismaka. Rukmini adalah titisan Dewi Sri.

Dari berbagai sumber dan keterangan yang ada mengenai Ramalan Jayabaya, maka pada umumnya para sarjana sepakat bahwa sumber ramalan ini sebenarnya hanya satu, yakni Kitab Asrar (Musarar) karangan Sunan Giri Perapan (Sunan Giri ke-3) yang kumpulkannya pada tahun Saka 1540 = 1028 H = 1618 M, hanya selisih 5 tahun dengan selesainya kitab Pararaton tentang sejarah Majapahit dan Singosariyang ditulis di pulau Bali 1535 Saka atau 1613 M. Jadi penulisan sumber ini sudah sejak jamannya Sultan Agung dari Mataram bertahta (1613-1645 M).
Kitab Jangka Jayabaya pertama dan dipandang asli, adalah dari buah karya Pangeran Wijil I dari Kadilangu (sebutannya Pangeran Kadilangu II) yang dikarangnya pada tahun 1666-1668 Jawa = 1741-1743 M. Sang Pujangga ini memang seorang pangeran yang bebas. Mempunyai hak merdeka, yang artinya punya kekuasaan wilayah "Perdikan" yang berkedudukan di Kadilangu, dekat Demak. Memang beliau keturunan Sunan Kalijaga, sehingga logis bila beliau dapat mengetahui sejarah leluhurnya dari dekat, terutama tentang riwayat masuknya Sang Brawijaya terakhir (ke-5) mengikuti agama baru, Islam, sebagai pertemuan segitiga antara Sunan Kalijaga, Brawijaya ke-V dan Penasehat Sang Baginda benama Sabda Palon dan Nayagenggong.
Disamping itu beliau menjabat sebagai Kepala Jawatan Pujangga Keraton Kartasura tatkala jamannya Sri Paku Buwana II (1727-1749). Hasil karya sang Pangeran ini berupa buku-buku misalnya, Babad Pajajaran, Babad Majapahit, Babad Demak, Babad Pajang, Babad Mataram, Raja Kapa-kapa, Sejarah Empu, dll. Tatkala Sri Paku Buwana I naik tahta (1704-1719) yang penobatannya di Semarang, Gubernur Jenderalnya benama van Outhoorn yang memerintah pada tahun 1691-1704. Kemudian diganti G.G van Hoorn (1705-1706), Pangerannya Sang Pujangga yang pada waktu masih muda. Didatangkan pula di Semarang sebagai Penghulu yang memberi Restu untuk kejayaan Keraton pada tahun 1629 Jawa = 1705 M, yang disaksikan GG. Van Hoorn.
Ketika keraton Kartasura akan dipindahkan ke desa Sala, sang Pujangga diminta pandapatnya oleh Sri Paku Buwana II. Ia kemudian diserahi tugas dan kewajiban sebagai peneliti untuk menyelidiki keadaan tanah di desa Sala, yang terpilih untuk mendirikan keraton yang akan didirikan tahun 1669 Jawa (1744 M).
Sang Pujangga wafat pada hari Senin Pon, 7 Maulud Tahun Be Jam'iah 1672 Jawa 1747 M, yang pada jamannya Sri Paku Buwono 11 di Surakarta. Kedudukannya sebagai Pangeran Merdeka diganti oleh puteranya sendiri yakni Pangeran Soemekar, lalu berganti nama Pangeran Wijil II di Kadilangu (Pangeran Kadilangu III), sedangkan kedudukannya sebagai pujangga keraton Surakarta diganti oleh Ngabehi Yasadipura I, pada hari Kemis Legi,10 Maulud Tahun Be 1672 Jawa = 1747 M.

Ketika Jayabaya memprediksikan kalau indonesia akan di pimpin oleh seseorang yang berinisial dua huruf terakhir dari belakang, NOTONEGORO adalah sebuah kata yang berisi dua huruf terakhir yaitu Soekarno yang tak lain adalah presiden Indonesia pertama, Suharto yang merupakan Presiden Indonesia kedua, tapi di huruf kata ketiga kurang tepat, Indonesia pada saat itu di pimpin oleh Presiden B.J Habibie.

Suku Maya
Suku Maya adalah kelompok suku yang tinggal di semenanjung Yucatan, Amerika Tengah yang berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah barat, dan Laut Karibia di sebelah timur.
Suku yang pada zaman batu mencapai kejayaan di bidang teknologinya (250 M hingga 925 M), menghasilkan bentuk karya dan peradaban unik seperti bangunan (Chichen Itza), pertanian (kanal drainase), tanaman jagung dan latex, sumurnya yang disebut "cenotes".
Cara mereka berkomunikasi dan mendokumentasikan tulisan: Tulisannya menggunakan gambar dan simbol, yang disebut "glyph". Ada dua macam glyph: yakni yang menampilkan gambar utuh dari benda yang dimaksudkan, dan tipe yang menggambarkan sesuatu sesuai dengan suku katanya.

Yang menghebohkan adalah Suku Maya memprediksikan akan terjadi kiamat pada tahun 2012 tepatnya pada tanggal 21 Desember, tapi apakah kita harus percaya pada ramalan atau prediksi ? Tidak juga kita harus percaya, Mengapa ? Karena tidak semuah ramalan atau prediksi itu benar, jadi itu semua terserah anda mau percaya atau tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar